jiey's FotoPage

By: bisnesvemma mujib

[Recommend this Fotopage] | [Share this Fotopage]
[<<  <  [1]  2  3  4  5  6  >  >>]    [Archive]
Tuesday, 3-Jul-2007 00:23 Email | Share | | Bookmark
muhasabah.....

kedamaian...
perhiasan...hidup.

Quote:
keindahan bunga pada mekar kuntumnya.. keindahan kata pada puitisnya.. keindahan lagit pada pelanginya.. dan keindahan manusia pada akalnya..


Code:
SIAPAKAH DZULQARNAIN ITU?
Dr. Yusuf Al-Qardhawi

Pertanyaan:

Didalam Al-Qur'an diterangkan masalah Dzulqarnain, yaitu:

"Hingga apabila dia telah sampai pada tempat terbenam
matahari, dia pun melihat matahari terbenam kedalam laut
yang berlumpur hitam, dan dia mendapati disitu (di laut itu)
segolongan ummat. Kami berkata, 'Hai Dzulqarnain! Kamu boleh
menyiksa mereka dan boleh berbuat kebaikan terhadap
mereka'." (Q.s. Al-Kahfi: 86).

Apakah yang dimaksud dengan matahari yang terbenam dalam
mata air yang hitam?

Siapakah orang-orang yang didapati oleh Dzulkarnain?

Jawab:

Kisah Dzulqarnain telah diterangkan dalam Al-Qur'an pada
Surat Al-Kahfi, tetapi Al-Qur'an tidak menerangkan siapakah
sebenarnya Dzulqarnain, siapakah orang-orang yang
didapatinya, dan dimana tempat terbenam dan terbitnya
matahari? Semua itu tidak diterangkan dalam Al-Qur'an secara
rinci dan jelas, baik mengenai nama maupun lokasinya, hal
ini mengandung hikmah dan hanya Allahlah yang mengetahui.

Tujuan dari kisah yang ada dalam Al-Qur'an, baik pada Surat
Al-Kahfi maupun lainnya, bukan sekadar memberi tahu hal-hal
yang berkaitan dengan sejarah dan kejadiannya, tetapi tujuan
utamanya ialah sebagai contoh dan pelajaran bagi manusia.
Sebagaimana Allah swt. dalam firman-Nya:

"Sesungguhnyapada kisah-kisah mereka itu terdapat pelajaran
bagi orang-orang yang berakal." (Q.s.Yusuf: 111)

Kisah Dzulqarnain, mengandung contoh seorang raja saleh yang
diberi oleh Allah kekuasaan di bumi, yang meliputi Timur dan
Barat. Semua manusia dan penguasa negara tunduk atas
kekuasaannya, dia tetap pada pendiriannya sebagai seorang
yang saleh, taat dan bertakwa. Sebagaimana diterangkan di
bawah ini:

"Berkata Dzulqarnain, 'Adapun orang yang menganiaya, maka
kelak Kami akan mengazabnya, kemudian dia dikembalikan
kepada Tuhannya, lalu Tuhan mengazabnya dengan azab yang
tiada taranya'." (Q.s. Al-Kahfi: 87).

"Adapun orang yang beriman dan orang beramal saleh, maka
baginya pahala yang terbaik sebagai balasan ..." (Q.s.
Al-Kahfi: 88).

Jadi, apa yang diterangkan dalam Al-Qur'an, hanyalah
mengenai perginya Dzulqarnain ke arah terbenamnya matahari,
sehingga berada pada tempat yang paling jauh. Di situ
diterangkan bahwa dia telah melihat matahari seakan-akan
terbenam di mata air tersebut, saat terbenamnya. Sebenarnya,
matahari itu tidak terbenam di laut, tetapi hanya bagi
penglihatan kita saja yang seakan tampak matahari itu
terbenam (jatuh) ke laut. Padahal matahari itu terbit
menerangi wilayah (bangsa) lain.

Maksud dari ayat tersebut, bahwa Dzulqarnain telah sampai ke
tempat paling jauh, seperti halnya matahari terbenam di mata
air yang kotor (berlumpur) , yang disebutkan diatas. Begitu
juga maksud dari ayat tersebut, Dzulqarnain telah sampai di
tempat terjauh, yaitu terbitnya matahari dan sampai bertemu
pula dengan kaum Ya'juj dan Ma'juj.

Dalam keadaan demikian, Dzulqarnain tetap pada pendiriannya
semula, yaitu sebagai seorang raja yang adil dan kuat
imannya, yang tidak dapat dipengaruhi oleh hal-hal yang
dikuasai dan kekuasaannya diperkuatnya dengan misalnya
membangun bendungan yang besar, yang terdiri dari
bahan-bahan besi dan sebagainya. Di dunia ini beliau selalu
berkata dan mengakui, bahwa segala yang diperolehnya sebagai
karunia dari Allah dan rahmat-Nya.

Firman Allah swt. dalam Al-Qur'an:

"Dzulqarnain berkata, 'Ini (bendungan atau benteng) adalah
suatu rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah tiba janji
Tuhanku, Dia pun menjadikannya rata dengan bumi (hancur
lebur); dan janji Tuhanku itu adalah benar." (Q.s. Al-Kahfi:
98).

Tujuan utama dari Al-Qur'an dalam uraian di atas ialah
sebagai contoh, dimana seorang raja saleh yang diberi
kekuasaan yang besar pada kesempatan yang luar biasa dan,
kekuasaannya mencakup ke seluruh penjuru dunia di sekitar
terbit dan terbenamnya matahari. Dalam keadaan demikian,
Dzulqarnain tetap dalam kesalehan dan istiqamahnya tidak
berubah.

Firman Allah swt.:

"Sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan di bumi dan Kami
telah memberikan kepadanya (Dzulqarnain) jalan (untuk
mencapai) segala sesuatu." (Q.s. Al-Kahfi: 84).

Mengenai rincian dari masalah tersebut tidak diterangkan
dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah, misalnya waktu, tempat dan
kaumnya, siapa sebenarnya mereka itu. Karena tidak ada
manfaatnya, maka sebaiknya kami berhenti pada hal-hal yang
diterangkan saja. Jika bermanfaat, tentu hal-hal itu
diterangkan dalam Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah saw.


Friday, 29-Jun-2007 20:18 Email | Share | | Bookmark
kus kus....

santapan hari jumaat..

Quote:
hidangan tiap² hari jumaat..

Code:
Kuskus ni sebenarnya banyak versi.
Ada Kuskus Morocco, ada Algeria, ada Tunis...
Yang Morocco pun banyak khilaf antara Kuskus orang syamal(utara) dan orang janub(selatan).. Orang Fes, Oujda dengan Marrakech dan Agadir... Heheheh
Yang ni kata dia punya lagi best dan tulen, yang sana pulak kata diorang punya kuskus la yg lebih power dan berkhasiat..
Jadi kat sini saya cuba bawa satu resepi yang boleh merapatkan jurang khilaf antara mazhab2 Kuskus ni.. di harap dengan cara ni umat Gharb Islami ni akan lebih bersatu dan saling menghormati.. Ishhh, dalam beragama pun boleh hormati masalah khilafiah dalam hal2 furu', ni kan pulak furu' dalam bab masak2 je..
Sayyidaati saadaati, lets cook!

Bahan-bahannya :
1/2kg daging (ayam, kambing @ lembu) di potong besar-besar

*untuk tumisan
1 biji bawang besar - dihiris kecil
1 sudu kecil serbuk kulit kayu manis
1 sudu kecil serbuk halia
2 sudu kecil serbuk kunyit
1 sudu kecil serbuk lada hitam
3 biji tomato - dicincang

*sayuran
3 @ 4 batang lobak merah - dipotong lebar-lebar
2 batang terung - dipotong lebar-lebar
4 batang labu kecil - dibelah 2
200 gm labu - dipotong lebar-lebar
1 cawan kacang kuda (yang telah direndam semalaman)
1/2 genggam daun parsli (madnus) - dicincang halus
Segenggam daun ketumbar (kuzbur) - dicincang halus
- Sayur2 ni pandai2 la tambah sendiri apa yg suka yek, ada arab letak lobak putih, ada yang letak kobis....

Kuskus secukupnya (lebih kurang 1/2 kg)
50gm mentega
Segenggam kismis

Cara-caranya:
- Panaskan minyak dan tumiskan bawang sampai ianya mula menguning.
- Masukkan semua rempah ratus. Tumis sikit.
- Masukkan buah tomato lalu dibiarkan masak seketika.
- Masukkan sayur-sayuran yang keras dahulu buat beberapa minit + kacang kuda sebelum dimasukkan sayur-sayuran yang lain, daun parsli (madnus) dan ketumbar (kuzbur). Air tu kita masukkan takat sayur. Masak lauk Kuskus ni bukan macam masak gulai - jangan kacau beria2 - nanti hancur la sayur2 tu, tak cantik la bila hidang...
- Tambahkan garam dan hidangkan lauk ini bersama di atas kuskus yang telah siap dikukus + digaul dengan mentega.

Selamat memakan......


Thursday, 28-Jun-2007 21:17 Email | Share | | Bookmark
ouazzan...

wazzan..
pemandangan perkampungan wazzan
penghuni gua usang
View all 5 photos...

Quote:
sign board wazzan.
Quote:
lorong² hitam




Quote:
demi sesuap rezeki.
Quote:
perjalanan yang masih jauh


Saturday, 23-Jun-2007 14:36 Email | Share | | Bookmark
marrakech.....

rempah ratus maghribi.....
jus limau...

Quote:
morocco yang kaya dgn rempah ratus...


Quote:
jus limau segar...


Code:
"Dan daripada ayat-ayat-Nya ialah bahawa Dia menciptakan untuk kamu, daripada diri-diri kamu sendiri, teman-teman hidup, supaya kamu berehat pada mereka, dan Dia mengadakan antara kamu, cinta dan pengasihan. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah ayat-ayat bagi kaum yang memikirkan." (30:21)




Wednesday, 20-Jun-2007 17:54 Email | Share | | Bookmark
buah habbatul muluk...

nikmat Allah Taala

Quote:


كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَهَا لَمْ يَلْبَثُوا إِلَّا عَشِيَّةً أَوْ ضُحَاهَا

"Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari." (An-Naazi'aat:46)
ALLAH MENAMBAHKAN NIKMATNYA KEPADA ORANG-ORANG YANG BERSYUKUR

Setiap orang sangat memerlukan Allah dalam setiap gerak kehidupannya. Dari udara untuk bernafas hingga makanan yang ia makan, dari kemampuannya untuk menggunakan tangannya hingga kemampuan berbicara, dari perasaan aman hingga perasaan bahagia, seseorang benar-benar sangat memerlukan apa yang telah diciptakan oleh Allah dan apa yang dikaruniakan kepadanya. Akan tetapi kebanyakan orang tidak menyadari kelemahan mereka dan tidak menyadari bahwa mereka sangat memerlukan Allah. Mereka menganggap bahwa segala sesuatunya terjadi dengan sendirinya atau mereka menganggap bahwa segala sesuatu yang mereka peroleh adalah karena hasil jerih payah mereka sendiri. Anggapan ini merupakan kesalahan yang sangat fatal dan benar-benar tidak mensyukuri nikmat Allah. Anehnya, orang-orang yang telah menyatakan rasa terima kasihnya kepada seseorang karena telah memberi sesuatu yang remeh kepadanya, mereka menghabiskan hidupnya dengan mengabaikan nikmat Allah yang tidak terhitung banyaknya di sepanjang hidupnya. Bagaimanapun, nikmat yang diberikan Allah kepada seseorang sangatlah besar sehingga tak seorang pun yang dapat menghitungnya. Allah menceritakan kenyataan ini dalam sebuah ayat sebagai berikut:

"Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Q.s. an-Nahl: 18).


[<<  <  [1]  2  3  4  5  6  >  >>]    [Archive]

© Pidgin Technologies Ltd. 2016

ns4008464.ip-198-27-69.net